Ratih
Erlyana Larasati, atlet wushu asal Sasana Schreuder Salatiga membuktikan bahwa
ialah ratu di kelas -60kg. Ratih meraih kemenangan setelah mengalahkan tiga
atlet lainnya dalam Kejurnas Wushu Piala Rektor Unnes, yang berlangsung pada
10-13 Mei di gedung Auditorium Unnes.
Pada
babak perempat final, Ratih bertemu dengan atlet asal Kendal. Selama 2 ronde,
Ratih menunjukkan kemampuan teknik wushu nya dengan cantik. Ratih terlihat
mendominasi dalam setiap ronde. Sedangkan musuhnya terlihat kuwalahan
mendapatkan serangan pukulan, tendangan dan bantingan dari Ratih.
Di
semifinal, Ratih dengan mudahnya mengalahkan atlet asal Semarang. Kurang dari
30 detik, Ratih membuat musuhnya menyerah dan tidak dapat melanjutkan pertandingan
setelah mendapat bantingan dari Ratih.
Dalam
pertandingan final, Ratih melawan Yuliana, atlet asal Salatiga. Dari ketiga
pertandingan, pertandingan final lah yang cukup berat bagi Ratih. Hal ini
dikarenakan Yuli adalah juniornya sendiri. Namun Ratih tetap menunjukkan
permainan apiknya, yang berbuah kemenangan pada ronde kedua.
Ratih
patut dijuluki ‘Ratu Wushu Jawa Tengah’ karena
ini adalah kali ketiga baginya mendapatkan medali emas di Kejuaraan Wushu Piala
Rektor Unnes. Selain itu, berbagai prestasi di kejuaraan nasional pun sering
kali diraih Ratih.
Selama
kurang lebih tiga bulan, Ratih melakukan persiapan menghadapi pertandingan ini.
“Persiapan kurang lebih tiga bulan dengan jadwal latian tiga kali dalam sehari.
Capek, tapi ini kan proses menuju kesuksesan jadi harus dilalui dengan hati
gembira.” ujar mahasiswi jurusan PKLO UNNES ini.
Dalam
waktu dekat, Ratih akan mengikuti Kejuaraan Wushu Dunia antar Mahasiswa di Macaw. Persiapan yang dilakukannya pun tak
tanggung-tanggung. Walaupun di bulan Ramadhan dan menjalani ibadah puasa, namun
Ratih tetap berlatih dua kali dalam sehari.
Kunci
keberhasilan Ratih dalam setiap pertandingan yaitu kemauan dalam memanfaatkan
setiap kesempatan. “Kuncinya ya kemauan, kehendak untuk bisa. Kalau ada
kesempatan tapi tidak ada kehendak ya sama saja. Saya juga selalu ingat
almarhum bapak saya yang ingin sekali anaknya jadi juara, itu yang selalu
memotivasi saya.” ujar wanita yang dari kecil menggeluti olahraga beladiri ini.

Komentar
Posting Komentar