Menulis, merupakan
makanan yang identik dengan pelajaran yang ada di Bahasa Indonesia. Namun
apakah salah diberikan kepada mahasiswa olahraga ?
Tak dapat dipungkiri perkemabangan zaman menjadikan
segala macam informasi menjadi makanan yang bisa dinikmati oleh berbagai
kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Teknologi yang sudah dapat
bergerak secepat kilat juga menjadikan informasi dari manapun dapat sampai di
belahan bumi manapun.
Universitas Negeri Semarang yang merupakan kampus yang
mencetak banyak lulusan berkualitas mempunyai satu jurusan yaitu Pendidikan
Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dimana didalam
kurikulumnya menyisipkan satu mata kuliah yaitu Sport Jurnalism untuk
mahasiswa.
Yap, aneh memang. Mahasiswa olahraga yang identik dengan
kuliahnya di lapangan harus menghadapi salah satu mata kuliah yang anak Bahasa
Indonesia pun susah untuk memahaminya. Dengan segala aturannya yang harus
sesuai dengan EYD yang baik dan benar serta konotasi yang tepat pula menjadikan
jurnalis hanya sebagai mata kuliah yang hanya dipandang sebelah mata.
Namun dibalik itu semua, dunia jurnalis merupakan dunia
yang sangat lebar dan luas jangkauannya apabila ditekuni dengan baik.
Didalam dunia jurnalis sebenarnya tidak hanya diajarkan
untuk menulis, namun juga diajarkan bagaimana kita mendapatkan informasi,
mengolahnya serta membagikannya ke lini masa untuk dapat disaksikan oleh seluruh
pasang mata.
Diperkuliahan sendiri mahasiswa dituntut untuk dapat
menulis dalam berbagai ragam penulisan mulai dari Straight News, Reportase,
Feature, dan Opini berdasarkan berita atau hal yang terjadi belum lama ini (up to date). Tema yang diberikan cukup
berkesinambungan dengan jurusan yakni mengenai dunia olahraga di Indonesia.
Mahasiswa pun terlihat antusias dikala diberikan tugas
tersebut, karena dalam tugas tersebut mahasiswa dapat berkreatifitas untuk mengolah
dan mencampuradukkan kata-kata yang dinilai bagus untuk mengisi tugasnya namun
masih dalam koridor yang dikehendaki dosen.
Oleh karena itu, tak ada salahnya apabila mata kuliah jurnalis
dimasukkan di dalam perkuliahan mahasiswa olahraga. Selain menjadi panadai
menulis, mahasiswa juga mempunyai wawasan yang lebih tentang dunia jurnalistik
atau bahkan seusai lulus nanti dapat bekerja di dunia jurnalistik. Terima kasih
kepada bapak/ ibu dosen yang telah mengajar Sport Jurnalism.
Komentar
Posting Komentar