Desta Pratiwi
6101415022
Feature News
Hari mulai cerah, mengibaratkan hatiku saat ini. Tak sabar aku menunggu untuk segera berlibur dengan teman-temanku.
Minggu kemarin, aku dan teman-temanku sudah bersiap siap untuk melaksanakan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas Negeri Semarang. Kita semua berkumpul di kos ketua kami, yaitu Abaskoro. Sembari menunggu teman yang sedang mempersiapkan paspor, jas almet dan lain lain, aku dan teman-teman memesan ojek online untuk transportasi kami dari kos Abas ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Setelah semua siap, kami bergegas berangkat ke bandara mengingat waktu yang sudah menunjukkan pukul 1 siang, dan kami akan terbang pukul 4 sore. Kami takut jika checkin boarding pass terlalu lama, dan menghambat penerbangan kami.
Pukul 13.40 aku dan teman teman sampai di Bandara Ahmad Yani Semarang. Dengan cepat kita berlari menuju ke checkin untuk mencetak boarding pass dan meletakkan koper ku di petugas bandara untuk masuk ke bagasi pesawat. Setelah selesai aku dan teman teman segera menuju imigrasi mengingat KKL kami di luar negeri yakni Singapore.
Setelah paspor dan boarding pass kami sudah di check oleh petugas imigrasi, kami menunggu di ruang tunggu sampai penerbangan pesawat tiba. Sembari menunggu kami menikmati suasana kebersamaan saat di ruang tunggu.
Pertama kali aku naik pesawat, rasanya ingin jatuh dari ketinggian. Hal yang paling aku takuti saat mau take off. Rasanya jantung seakan mau copot.
Setelah tiba di Changi Airport, seketika semua melanga. Melihat betapa megahnya bandara ini. Bersih, nyaman, dan tertata rapi. Disana juga disediakan Wifi dan air minum isi ulang.
Dan malam itu tiba di hotel semuanya bergegas ingin bertemu dengan kasur.
Keesokan harinya aku dan teman-teman di jemput oleh Prof. Tandiyo dan Mam Heny untuk melaksanakan kegiatan di ITE Collage East. Beliau sudah rapi mengenakan baju batik khas Indonesia. Di tengah tengah perjalanan, aku dan temanku Anisa selalu mengabadikan momen dengan memfoto dan memvideo semua yang ada di Singapore.
Aku dan teman temanku di buat melanga kembali melihat ITE Collage East. Bangunan nya sangat megah dan tertata rapi. Tak ada satu siswa pun yang membuang sampah sembarangan, berjalan dengan cepat, mereka sangat menghargai waktu. Ruang perpustakaan yang hening membuat suasana semakin nyaman untuk membaca buku, tempat fitnes yang fasilitasnya lengkap membuat kita tak mau ketinggalan untuk mencobanya satu persatu, ruang kelas yang kondusif dan semua warga di ITE sangat ramah dan baik dengan aku dan teman temanku. Di ITE ini sama halnya SMK di Indonesia, hanya saja SMK mereka harus ditempuh selama 4 tahun dan sudah mempunyai jurusan masing-masing seperti halnya di universitas di Indonesia.
Hari kedua, aku dan teman-temanku bangun pagi-pagi sekali untuk melakukan traveling keliling Singapore. Tak lupa kami sarapan dengan roti karena disana nasi dan lauk sangatlah mahal, berbeda dengan Indonesia. Setelah sudah bersiap semuanya, aku dan teman-temanku langsung menuju ke MRT atau kita biasa menyebut kereta listrik. Di tengah perjalanan aku terkejut dengan ramainya jalan dipenuhi dengan pejalan kaki dan jika aku menyebrang pengendara mobil sangat menghormati sekali dengan pejalan kaki. It's Amazing! Lanjut ke perjalanan kita mengunjungi Marina Bay dengan pemandangan yang sangat bagus sekali, Universal Studio aku dan temanku hanya berfoto di depan globe bertuliskan Universal, melewati pantai. Nampaknya semua sudah lelah, kami pulang ke hotel terlebih dahulu dan akan melanjutkan perjalanan pada sore nanti ke Merlion Park dan Garden Bay. Tetapi saat itu aku dan teman teman tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Garden Bay dikarenakan ada salah satu dari teman kami yang sakit, sebabb sudah sehari penuh kita berjalanan kaki keliling ke tempat-tempat wisata di Singapore.
Hari ketiga, kita melanjutkan perjalanan yang tadi malam sempat tertunda yaitu ke Garden Bay. And so wonderful place. Banyak spot foto yang bisa kita abadikan dengan bagus. Udara nya sangat sejuk walaupun cuaca sedang panas. Sudah lelah keliling Garden Bay aku dan teman-temanku melanjutkan perjalanan ke Bugis Street disana banyak oleh-oleh khas Singapore. Ya inilah Singapore dengan julukan Negeri Seribu Larangan, dengan tertib mereka antri untuk membeli makanan, tidak ada satupun orang yang merokok di sepanjang jalan.
Hari terakhir, pukul 07.00 waktu Singapore (karena selisih 1 jam lebih cepat dengan Indonesia) kita menuju ke Bandara Changi untuk kembali ke Tanah Air. Dan banyam cerita saat kita akan terbang, pertama banyak nama, jenis kelamin teman-temanku yang salah tulis dan harus ditulis lagi dengan benar pada sistem penerbangan. Dengan waktu yang sangat panjang, dan waktu menunjukkan pukul 09.56 aku sudah mandi keringat takut jika terjadi miss flight hanya karena nama dan gender yang salah. Apalagi dengan ditambahnya memasukkan koper ku dan temanku ke bagasi pesawat harus memakan waktu lama dan jam menunjukkan pukul 10.09 sedangkan penerbangan akan take off pukul 10.20. Setelah koper sudah dimasukkan ke bagasi aku dan temanku Nana langsung lari ke bagian pengecekan dan akhirnya lolos walaupun banyak petugas bandara yang marah-marah dengan kami.
Perjalanan di pesawat aku nikmati. Ingin ku kembali lagi ke Singapore. Namun, aku harus pulang ke tanah kelahiran
Komentar
Posting Komentar