Inanda's Mini News Paper


Inanda Rizka Nandika
6101415051

Straight News

Piala Thomas 2018: Indonesia Kalahkan Thailand 4-1

Piala Thomas 2018: Indonesia Kalahkan Thailand 4-1
Firman Abdul Kholik memantapkan kemenangan Indonesia atas Thailand di Piala Thomas 2018 menjadi 4-1 (Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO)

Bangkok - Indonesia dengan lantang melangkah ke babak perempatfinal Piala Thomas 2018 dengan kemenangan 4-1 atas Thailand. Firman yang turun di partai kelima pun lantas menjadikan kemenangan Indonesia. Menghadapi Pannawit Thongnuam di Impact Arena, Bangkok, Selasa (22/5/2018), Firman meraih kemenangan dua gim langsung. Pebulutangkis kidal itu menyudahi perlawanan Pannawit dengan skor 21-19, 21-14 dalam tempo 45 menit.

Firman dan Pannawit bertarung imbang di gim pertama. Namun Firman mampu unggul jauh atas Pannawit di gim kedua. Setelah memimpin 11-4 saat interval, Firman tak terbendung sampai akhir. Kemenangan ini menempatkan Indonesia di puncak klasemen Grup B. Tim Merah Putih unggul atas Korea yang ada di peringkat kedua dan juga sudah dipastikan lolos ke perempatfinal.

Indonesia akan berhadapan dengan Korea untuk memperebutkan status juara grup, Rabu (23/5/2018). Sementara Thailand dan Kanada dipastikan tersingkir.

Reportase News

Mengulik Keseruan Physical Education Futsal and Dance Competition (PEFDC) Se-karesidenan Pati 2018
 

Juara 1 PEFDC dari SMA 2 Bae

Kudus – Mahasiswa PJKR UNNES mengadakan sebuah kompetisi bergengsi futsal se-karesidenan Pati SMK/SMA sederajat  PEFD COMPETITION 2018 yang dilaksanakan di  Gor  Bung Karno, Kudus (27-30/4) sangatlah seru dan berjalan dengan lancar.

Antusias peserta pun tinggi, terbukti yang ditargetkan panitia 32 tim dan itu terpenu- hi. Sistem pertandingan menggunakan sistem gugur atau knock out. Antusias supporter pun tidak mau kalah, setiap tim membawa pasukannya masing-masing dengan                                                        semangat yang menggebu untuk mendukung tim kesayangannya. Antusiasme baik penonton ataupun supporter disambut  baik panitia penyelenggara. “Kami sebagai panitia menyambut baik antusiasme penonton dan khususnya para supporter yang kondusif pada hari pertama, dan yang kami harapkan tetap seperti ini dan tidak ada kerusuhan antar supporter.” Ungkap Tanio sie keamanan.

Pertandingan hari pertama dimulai pukul 09.00 WIB dan berjalan kondusif sesuai yang diharapkan, namun karena banyaknya supporter yang ingin menyaksikan pertandingan ini, panitia bagian ticketing merasa kewalahan sampai-sampai tiket sudah habis sesaat sebelum pertandingan dimulai, selain itu banyak yang tidak jadi menyaksikan pertandingan karena tidak mendapatkan tiket.  Walaupun padatnya supporter yang ingin membeli tiket, namun mereka tidak ada yang menerobos masuk dan mereka antri dengan tertib. Pada pertandingan hari pertama ini stadion full. ”Benar, penuh sekali, selain itu harga tiket yang terjangkau juga berpengaruh yaitu 8 ribu ditambah mendapatkan 1 botol air mineral” Ujar Tanio.

Pertandingan ini berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat, hal ini membuat lancarnya acara dan panitia bekerja optimal karena tidak ada kendala yang berarti. Supporter yang hadir juga melakukan koreo yang sangat kreatif disertai nyanyian-nyanyian untuk mendukung tim kesayangannya yang dipandu oleh koordinator supporter. Hanya saja dikarenakan banyaknya tim yang mengikuti pertandingan, dihari pertama babak knock out belum selesai. Sehingga dilanjutkan pada hari kedua.
Setelah berakhirnya pertandingan pada hari pertama, diadakan evaluasi jalannya pertandingan dihari pertama. Dalam evaluasi ini diantaranya membahas mengenai keamanan pertandingan, dikarenakan tidak menutup kemungkinan pada hari kedua akan terjadi lonjakan supporter yang akan memenuhi stadion dan tidak kondusifnya supporter karena jalannya pertandingan semakin panas. Ditambah dengan adanya kriteria “Best Supporter” yang membuat mereka berlomba-lomba membuat koreo dan yel-yel sebagus dan semenarik mungkin untuk memperebutkan gelar juara nominasi tersebut. Jadi, bagian sie keamanan dihimbau untuk tetap menjaga kekondusifan jalannya pertandingan.
Memasuki hari kedua, panitia mempersiapkan keperluan pertandingan dimulai dari pukul 09.00 WIB. Para supporter diperbolehkan memasuki area stadion 15 menit kemudian. Mereka berbondong-bondong masuk ke stadion bersama dengan tim kesayangan mereka. Jumlah penontonpun tidak kalah dibandingkan dengan hari pertama. Ainun sie ticketing mengatakan bahwa penjualan tiket pada hari kedua tidak kalah dengan penjualan hari pertama, mereka tetap antri dan tidak terjadi ketidak kondusifan. Melihat antusiasme supporter membuat para pemain menunjukkan skill dan kemampuan terbaik mereka.
Saat pertandingan berjalan, tidak disangka ada kejadian yang sangat mengejutkan para panitia.“Yang membuat kami terkejut yaitu saat pemain dari SMK Ma’arif Kudus melakukan selebrasi dengan gaya yang cenderung mengejek supporter tim lawan. Hal itu membuat supporter dari SMA 2 Bae Kudus tersulut emosinya dan melempar pemain tersebut dengan botol air mineral.” Ungkap Tanio. Hal ini membuat pertandingan dihentikan sementara selama kurang lebih 15 menit untuk mengkondusifkan kembali suasana didalam stadion yang memanas dan untuk membersihkan kembali lapangan pertandingan. Setelah kondusif pertandingan dimulai kembali dan berjalan dengan aman terkendali. Setelah istirahat makan siang, dilanjutkan dengan babak 16 besar dan berlanjut ke babak 8 besar setelah ishoma maghrib. Pertandingan hari kedua berakhir pukul 22.00 WIB.
Berakhirnya pertandingan hari kedua dilanjutkan dengan  diadakannya kembali evaluasi panitia. Pada evaluasi ini dibahas tentang keamanan dan ticketing. Bagian sie keamanan diharapkan mengantisipasi kejadian tidak terduga seperti yang terjadi pada hari kedua tersebut. Bagian ticketing dihasilkan kesepakatan untuk kenaikan harga tiket pada hari ketiga. Hal tersebut yang menjadi hasil evaluasi hari kedua.
Pada pertandingan hari ketiga, pukul 09.00 WIB panitia sudah siap dan bagian ticketing juga sudah membuka tempat penjualan tiket. Harga tiket pada hari ketiga naik dari 8 ribu menjadi 10 ribu. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan minat para supporter dan penonton untuk menyaksikan babak semifinal dan babak final pada hari ketiga. Hal tersebut terbukti dengan semua tiket yang disediakan panitia terjual habis pada hari ketiga. Tim yang lolos dalam babak semifinal diantaranya SMA 2 Bae, SMA Tahunan A, SMA Tahunan B, dan SMK 1 Blora.
Pertandingan semifinal pertama yaitu antara SMA 2 Bae dan  SMA  Tahunan  B. Namun naas SMA  Tahunan B harus mengakui ketangguhan tim SMA 2 Bae. Di partai selanjutnya,  SMA  Tahunan A melawan SMA 1 Blora yang dimenangkan oleh tim dari SMA Tahunan A. Setelah istirahat 30 menit. Pertandingan dimulai dengan perebutan posisi ketiga antara SMA Tahunan B melawan SMA 1 Blora yang dimenangkan SMA Tahunan B dengan skor 2-1. Disela-sela istirahat ditampilkan perform dari tim Dance Performance.”Pada awalnya diadakan dance competition akan tetapi dikarenakan kuota tidak memenuhi, maka dari itu hanya kami tampilkan sebagai guest star” ujar Aulia. Selanjutnya, pertandingan memasuki babak yang ditunggu-tunggu yaitu partai puncak final. Di babak ini supporter yang timnya kalahpun tetap hadir di stadion untuk menunggu pengumuman “Best Supporter”. Di babak final ini antara SMA 2 Bae melawan SMA Tahunan A yang dimenangkan oleh SMA 2 Bae dengan skor 2-0. Dengan hasil pertandingan ini SMA 2 Bae berhasil menjadi juara Physical Education Futsal and Dance Competition (PEFDC) 2018.
  Setelah berakhirnya pertandingan, dilanjutkan dengan upacara penutupan dan penyerahan penghargaan kepada Juara 1 FEDC (SMA 2 Bae), Top Score (Feri Setyawan, SMA  Tahunan B), Best Player (Dandi, SMA 2 Bae), Best Supporter (SMK  Ma’arif).


Feature News

It's such a wonderful trip at Singapore

 

Minggu terakhir bulan April kemarin tepatnya tanggal 23  April 2018 , saya dan teman-teman sibuk mempersiapkan keperluan untuk melaksanakan Field Work /KKL.
Kami sampai di Bandara Ahmad Yani Semarang pukul 13.40. Kemudian kami  bergegas menuju ke tempat check-in untuk mencetak boarding pass dan menyerahkan koper ke petugas bandara untuk dimasukkan ke bagasi pesawat. Setelah kami menuju tempat imigrasi. Setelah paspor dan boarding pass kami sudah di check oleh petugas imigrasi, kami menunggu di ruang tunggu sampai penerbangan pesawat tiba.
Ini adalah pertama kalinya saya naik pesawat, yang saya rasakan sedikit takut dan deg-degan. Hal yang paling saya takuti saat pesawat akan take-off. Baru sebentar pesawat take-off, cuaca sedang ada badai, rasanya saya begitu takut karena ini kali pertama untuk saya. Tetapi, akhirnya perjalanan lancar kembali dan saya kembali tenang.
Setibanya di Changi Airport, seketika kami semua dibuat terpana dengan keadaan bandara ini. Melihat betapa megahnya bandara ini (bersih, nyaman, dan tertata rapi). Setibanya di hotel semuanya dengan antusias ingin segera ke kamar masing-masing, karena perjalanannya membuat kami begitu lelah dan ingin segera beristirahat.
Kegiatan di hari pertama, kami didampingi oleh Pak Tandiyo dan Bu Heny untuk  kegiatan di ITE College East. Saya dan teman teman kembali dibuat terpana melihat ITE College East. Bangunannya megah dan rapi. Tidak ada satu siswa pun yang membuang sampah sembarangan, mereka terbiasa berjalan cepat dan sangat disiplin. Ruang perpustakaan yang hening membuat suasana semakin nyaman untuk membaca buku. Disini juga terdapat tempat fitnes yang fasilitasnya lengkap, ruang kelas yang kondusif dan semua yang ada di ITE begitu ramah. Di ITE ini sama halnya SMK di Indonesia, hanya saja SMK mereka harus ditempuh selama 4 tahun.
 Kegiatan di hari kedua, kami bangun pagi untuk traveling keliling Singapore. Karena makanan disini harganya sangat mahal, kami hanya sarapan dengan roti seadanya. Sebelum ke destinasi pertama, kami menuju ke tempat pemberhentian MRT. Disana kita akan menemui pejalan kaki dimana-mana,dan mereka berjalan begitu cepat. Best Practice yang kita temui disana selain budaya jalan kaki adalah dihormatinya hak pejalan kaki, for example, saat ada pejalan kaki yang menyeberang maka pengemudi mobil/motor dengan sabar akan menunggu.
Destinasi kami yang pertama Marina Bay, disana kami disuguhi pemandangan yang sangat memukau mata. Tidak lupa kami mengabadikan moment travelling kami disana. Selanjutnya, Universal Studio Singapore, tapi sayangnya kami hanya berfoto di depannya saja. Karena disana cuaca sangatlah panas dan kami juga sudah lelah, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan melanjutkan travelling kami pada sore hari. Sore harinya, kami ke Merlion Park dan berencana akan menuju ke Garden Bay. Akan tetapi kita tidak jadi melanjutkan ke Garden Bay karena salah satu teman kami sakit karena terlalu lelah. Akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan kami esok hari.
Kegiatan di hari ketiga, kami menuju destinasi kami yang tertunda yaitu ke Garden Bay. You can take a picture anywhere in that place! That’s amazing and beautiful place! Begitu indahnya, banyak spot untuk berfoto yang bisa kita abadikan. Udara disini sangat sejuk walaupun cuaca sedang panas. Karena sudah kelelahan berkeliling Garden Bay, kami melanjutkan perjalanan ke Bugis Street untuk berburu oleh-oleh. Yang membekas di ingatan adalah sikap warga disini dengan budaya antrinya,budaya disiplin, kebersihan dan ketaatannya kepada tata tertib yang membuat saya dan teman-teman saya terkagum-kagum. Dengan Seribu Larangannya, Singapore membuktikan bahwa larangan itu dibuat tidak untuk mengkekang,akan tetapi agar semuanya berjalan rapi, indah, aman dan damai.
Kegiatan di hari terakhir,  pada pukul 07.00 waktu Singapore kami sudah check-out dari hotel dan segera menuju ke Changi Airport untuk kembali ke Indonesia. Saat akan terbang ke Indonesia, ada nama teman saya yang berbeda dengan passpor, jenis kelamin saya yang salah tulis dan harus ditulis lagi dengan benar pada sistem penerbangan,dan ini membuat saya sedikit panik karena baru pertama mengalami hal ini.
Waktu sudah menunjukan pukul 09.50 teman-teman saya merasa sangat panik dan takut jika gagal terbang karena nama dan jenis kelamin ada yang salah. Jam juga sudah menunjukkan pukul 10.10 saat saya dan teman-teman selesai memasukkan koper ke dalam bagasi, sedangkan pesawat akan take-off pukul 10.20. Akan tetapi masalah akhirnya selesai tepat pada waktunya, dan kami semua bisa kembali ke Indonesia dengan lancar.
            Perjalanan kali ini sangat berkesan bagi saya khususnya, ini kali pertama saya ke luar negeri dan pertama kalinya juga saya naik pesawat. Tapi perjalanan ini memberi saya wawasan baru dan pengalaman yang tidak terlupakan. Semoga bisa kembali menjelajah Negeri Seribu satu Larangan lagi.

 Opini News

Semangat Dosen PJKR, Tidak Diimbangi Semangat Mahasiswanya 

 

Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi di Universitas Negeri Semarang ditujukan untuk membentuk para calon guru olahraga untuk kompeten di bidang keolahragaan. Untuk itu selain Kompetensi utama ada Kompetensi tambahan misalnya mahasiswa diberikan mata kuliah umum seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Pancasila,dan lain-lain. Untuk kompetensi utama mahasiswa dibekali dengan mata kuliah Dasar-dasar ilmu keolahragaan, diantaranya Biomekanika Olahraga, Fisiologi Olahraga, Sosiologi Olahraga dan masih banyak lagi tentunya. Karena semua itu dibutuhkan untuk para calon guru olahraga. 

Tentunya semua tidak dapat dikuasai dengan baik bila dilakukan dengan setengah-setengah. Karena jika kita mau berusaha dengan maksimal niscaya usaha tidak akan membohongi hasil, masih banyak mahasiswa yang mengganggap itu hal yang mudah. Seperti menunda-nunda saat mengumpulkan tugas, mengerjakan asal-asalan, menyontek hasil pekerjaan teman lalu di copy-paste dan masih banyak lagi. Tentunya hal itu tidak diharapkan oleh setiap dosen, namun hal itu sudah seperti menjadi sebuah tradisi para mahasiswa yang kurang semangat dalam kuliah.

Padahal para dosen sudah sangat antusias untuk memberikan materi/ilmu yang dimilikinya untuk dibagikan kepada mahasiswanya. Namun itu semua berbanding terbalik dengan apa yang di lakukan mahasiswanya, ada yang saat dosen memberi materi mahasiswa malah sibuk memainkan handphone, berbicara sendiri dengan temannya, ada yang asyik menggambar, ada yang tidur, dan masih banyak lagi. walaupun itu semua terkadang tidak ketahuan oleh dosen, tapi apa yang dilakukan mahasiswa seperti itu justru akan merugikan dirinya sendiri, karena tidak bisa menangkap materi yang diberikan oleh dosen. Selain itu, tidak akan mendapatkan nilai maksimal dalam penilaian yang diadakan dosen.

Namun tidak semua mahasiswa seperti itu, masih banyak pula mahasiswa yang benar-benar aktif dan semangat mengikuti perkuliahan, dan menciptakan banyak prestasi yang membanggakan.


Komentar