Ardian Rio Mini Newspaper



Ardian Rio Sulastriyo
6101415064
Straight News
Timnas Sepakbola U-23 akan Menjajal Tim Tangguh Korea Selatan

            Semarang – Timnas speak bola Indonesia U-23 kembali menjajal tim tangguh yaitu Korea Selatan dalam laga persiapan Asian Games 2018. Laga tersebut akan digelar pada 23 Juni mendatang di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Sebelum itu, timnas akan dua kali menghadapi Thailand pada 31 Mei dan 3 Juni.
            Pelatih timnas Indonesia merasa senang timnya kali ini akan melawan tim yang notabennya pernah lolos piala dunia. Korea Selatan merupakan tim yang paling maju di Asia dibawah Jepang. Ujicoba itu akan dijadikan seberapa mantap tim besutan pelatih asal Spanyol dalam mengarungi Asian Games 2018.
"Ujicoba melawan Korea Selatan sangat bagus untuk kami. Semua tahu, Korea Selatan tim raksasa Asia dan juara bertahan Asian Games. Ini akan menjadi modal yang bagus untuk skuat kami jelang Asian Games," kata Milla dikutip dari detik.com.
"Melawan Korea Selatan juga momentum bagi saya melihat perkembangan pemain, apalagi saat itu sudah berdekatan dengan event Asian Games. Kami juga terus mematangkan tim usai mengikuti turnamen PSSI Anniversary Cup dan ujicoba melawan Thailand pada pekan depan," tambah pelatih asal Spanyol ini.
Sementara itu di pihak lawan, Korea Selatan akan membawa skuad terbaiknya. Mereka akan membawa pemain yang berlaga di liga Eropa. Pelatih Korsel, Kim Hak-bum, akan membawa total 25 pemain. Pemain yang berkarier di Eropa yang akan dibawa seperti Paik Seung-ho (Girona/Spanyol), Lee Jin-hyun (FK Austria Wein/Austria), dan Seo Young-jae (Hamburg SV/Jerman). Sementara sisanya merupakan pemain yang membela klub lokal Korsel.

Opini 2
Tragisnya FIK-ku

PJKR merupakan salah satu jurusan yang ada di UNNES. PJKR adalah jurusan yang bergelut dibidang olahraga. PJKR masuk kedalam Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). FIK sendiri memiliki banyak fasilitas yang menunjang kelangsungan proses belajar mengajar seperti lapangan atletik, lapangan golf, kolam renang, lapangan tenis, lapangan basket, dan lain-lain. Fasilitas yang diberikan tak lain untuk mempermudah mahasiswa melatih keterampilan masing-masing sesuai dengan minat dan bakatnya. Ada beberapa fasilitas yang disediakan dalam bentuk indoor maupun ouotdoor. Namun sebagian besar disediakan dalam bentuk outdoor.
Semua fasilitas tersebut juga dapat dinikmati oleh mahasiswa diluar jurusan PJKR maupun warga FIK. Seluruh warga UNNES dapat menikmati fasilitas tersebut. Tidak hanya warga UNNES (mahasiswa, dosen, staff tata usaha, dll) namun warga yang tinggal disekitar unnes dapat menikmati beberapa fasilitas olahraga yang ada. Meskipun ada beberapa yang memang khusus dan tidak bisa digunakan untuk umum.
Namun setelah ditinjau kembali memang fasilitas yang ada khususnya untuk kelangsungan kegiatan perkuliahan mahasiswa PJKR masih kurang memadahi. Ada beberapa fasilitas yang seharusnya disediakan secara indoor terutama untuk kelangsungan proses belajar mengajar. Hal tersebut juga dapat meningkatkan keminatan bagi siswa-siswa SMA yang mana semakin tertarik untuk bergabung dalam jurusan PJKR ini.
Dibandingan dengan Universitas lain (UNDIP) meskipun tidak memiliki fakultas keolahragaan tapi disetiap fakultas yang ada disediakan lapangan olahraga meskipun hanya sekedar lapangan volly dan lapangan basket. Selain itu disana tersedia lapangan atletik, lapangan futsal, lapangan voly, lapangan basket dan stadion, beberapa lapangan juga didesain indoor untuk memberikan kenyamanan bagi menikmatnya. Sayangnya di UNDIP belum meiliki kolam renang, padahal olahraga renang merupakan olahraga wajib yang harus diambil bagi mahasiswa terutama Fakultas Perikanan dan Kelautan yang mana mewajibkan mahasiswa mampu berenang dan menyelam.
Salah satu fasilitas yang sangat disesali adalah kolam renang yang ada di UNNES. Seharusnya akses mahasiswa untuk masuk ke kolam renang dapat dibebaskan kecuali masyarakat umum. Misalkan akses masuk hanya menyerahkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) atau mungkin dikenakan biaya yang lebih murah. Jika diterapkan sistem pembayaran untuk tiket masuk seperti sekarang ini, menjadikan mahasiswa UNNES khususnya mahasiswa PJKR untuk memilih berenang diluar kampus untuk mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang lebih baik seperti air bilas yang lebih memadahi dan kolam renang yang lebih terawat.
Selain itu, apabila diterapkan sistem pembayaran untuk mengakses salah satu fasilitas yang ada seharusnya masyarakat umum yang ikut menikmati juga dikenakan biaya. Seperti saat menggunakan lapangan atletik maupun lapangan lainnya. Meskipun pembayaran hanya berupa jasa parkir untuk keamanan kendaraan agar tercipta kerapian tersendiri untuk kampus UNNES.
Feature


Menciptakan Relasi Melalui Olahraga

            Jika dilihat dari mata biasa memang tidak ada yang salah dalam acara basket pada sore hari itu. Namun bila kita cermati lagi ternyata UNDIP yang notabennya tidak memiliki Fakultas Keolahragaan mampu mengadakan kegiatan tersebut. Apalagi event itu di jalankan sendiri dari jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Budaya ddan Ilmu Politik. Mencengangkan bukan, apalagi mereka tidak hanya menyelenggaran basket saja melainkan empat sekaligus dalam waktu dua minggu.
            Minggu sore tanggal 6 Mei 2018 di kawasan stadion UNDIP sangat ramai. Banyak sekali penonton dari mahasiswa maupun warga sekitar. “Disini memang sangat antusias mahasiswanya,” kata Fajar Ismara.  
Fajar mengatakan bahwa tiap tahun jurusan Sosiologi mengadakan lomba seperti ini dan minat mahasiswa maupun masyarakat tidak pernah pudar. Bahkan setiap tahun ada saja mahasiswa yang sampai rela membuat koreografi untuk mendukung jurusannya masing-masing.
            Sejak diagendakan tiap tahun event ini memang dinantikan banyak mahasiswa. Bukan hanya untuk menyalurkan bakat selain pelajaran, tapi juga untuk meluangkan waktu setelah penat dalam aktivitas perkuliahan. Ditambah lagi biasanya banyak mahasiswa juga yang memamerkan skill mereka nantinya juga akan ditarik pada UKM yang bersangkutan. Kegiatan tersebut memiliki banyak nilai positif selain untuk mewadahi para pemain, kegiatan ini dapat memupuk solidaritas dari pihak-pihak yang bersangkutan seperti penonton, panitia maupun pemain.
            Perlu diketahui juga bahwa persiapan untuk event ini tidak main-main. Setiap seminggu sekali dalam waktu dua bulan panitia mengadakan rapat untuk menyusun rangkainan acara agar berjalan dengan lancar seperti sekarang. Jadi semata-mata ini tidak gampang seperti yang penonton atau peserta lihat,”imbuhya.
            Rapat dilakukan pada malam hari setiap hari kamis karena persetujuan anggota, mencari waktu yang luang agar jika ada tugas kuliah tetap terlaksana. Rapat pun setiap minggunya membahas tentang jobdest masing-masing sie. Hari pertama membahas tema, hari kedua peralaatan dan sampai hari terakhir sampai masalah semua terselesaikan. Masalah yang sering dihadapi adalah keyakinan. Banyak anggota yang pesimis dalam sejumlah agenda yang banyak, namun ketua selalu menyemangati dalam setiap kali anggotanya tersebut mengalami penurunan kepercayaan diri.
            Pada rapat juga dibahas bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan berjumlah empat. Pertama adalah basket untuk putra yang ditempatkan di kawasan stadion UNDIP. Kedua futsal untuk putra dan putri juga berada dikawasan stadion UNDIP. Yang ketiga voli untuk putra juga berada di kawasan stadion UNDIP. Dan yang terakhir badminton untuk putra dan putri yang tempatnya disewakan dikawasan dekat kampus. Semua cabang olahraga dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu. Event dilakukan dua minggu agar mahasiswa dapat beristirahat juga.
            Untuk acara ini semua dana dianggarkan oleh dana Universitas tinggal mahasiswa nanti yang mengelola secara bijak. Pihak kampus menggelontorkan dana juga untuk pengembangan sumber daya agar mahasiswa tidak terlalu terpaku dalam pendidikan formal melainkan juga menggali potensi yang ada dalam dirinya. Dana ini nantinya tidak hanya untuk satu event saja melaikan nanti juga akan diadakan pula event lagi seperti seminar maupun pelatihan. Tergantung pihak mahasiswa setiap jurusan mau mengolah dana seperti apa, kata pria gundul ini.
            Dalam acara ini diikuti oleh 12 jurusan. Total ada 32 tim dalam semua cabang olahraga yang meliputi basket, voli, futsal dan badminton. Jadi tidak hanya dari fakultas FISIP saja melainkan juga dari yang lainnya agar acara menjadi lebih meriah. Mereka juga direkomendasikan agar membawa supporter agar acara semakin ramai.
Kegiatan ini juga memberikan total hadiah jutaan rupiah bagi jurasan yang menang dalam setiap cabang olahraga. Jadi nantinya mahasiswa akan memetik hasil sendiri jika mana dapat menyabet juara. Hadiah ini juga dari hasil uang pembinaan panitia dengan luaran mahasiswa dapat mengeksporasi bakat yang didapat dalam event kali ini dan lebih antusias lagi dalam kejuaraan lainnya.
Selaku panitia, kita juga memberikan fasilitas yang memadahai. Sebagaimana bisa dilihat dari venue, kita meneyediakan yang layak lapangan basket tidak ada yang lobang dan papan kita ganti. Futsal kita telah gunakan lapangan stadion sendiri yang memiliki rumput sintesis dan pencahayaan yang cukup terang. Untuk voli kita carikan tempat yang rata dan ramai mestinya. Terahkir badminton kita sewakan yang berada dalam ruangan dan tidak ada ganggungan angin yang membuat bola tidak melambungan dengan bebas. Dalam segi medis kita siapkan P3K dari KSR kampus untuk membantu kecelakaan pertama. Namun untuk perawatan lanjutan kita serahkan semua pada penderita masalahnya kita tidak tau apa yang harus dilakukan, bisa jadi itu luka kambuhan,”imbuhnya.
            Salah satu pemain Jursanan Teknik Sipil, Wildan Pratama, kita sudah mempersiapkan tim sejak satu bulan lalu. Sejak adanya pemberitahuan bahwa lomba dari Sosiologi kurang satu setengah bulan kita mulai membuat rencana latihan. Namun realisasi latihan baru satu bulan sebelun lomba.
            Kita memulai latihan pada sebulan sebelum event. Kita biasanya latihan setiap sore dilapangan fakultas. Dalam latihan biasa memulai dengan pemanasan setelah itu inti latihan dan kalau masih sempat kita tambah dengan latih tanding dengan rekan satu tim. Durasi latihan dalam setiap sesi biasanya sekitar dua jam.
Dari awal latihan teknik sipil menyiapkan lima belas orang. Setelah dilakukan seleksi terpilihlah sembilan orang untuk dikajikan tim mewakili jurusan tersebut. Mahasiswa yang mengikuti seleksi juga dulu juga sering bermain basket di Universitas makanya kita cukup tahu mana yang lebih menonjol dari rekan lainnya itu.
            Pola permainan yang mereka lakukan cukup bagus, dengan mengandalkan dua orang sebagai bigman mereka mencoba menggunakan strategi 1-2-2 untuk membuat lawan kocar-kacir. Dengan bertumpuhan pada Ucil,”sebutan pemain pembawa bola tersebut. Dalam segi menguasaan bola memang jurusan sipil kalah namun dalam postur mereka unggul dan gampang sekali memasukkan bola dalam ring. Tampak pemain bertubuh besar berkat operan boal dari Ucil kerap melakukan undering.
            Dilain sisipertandingan lainnya tidak kalah seru. Pada cabor cabor bola voli jurusan teknik kembali mendominasi. Mereka mengirimkan wakil sampai partai semifinal sebanyak dua tim. Tim terdiri dari jurusan teknik mesin dan teknik sipi;.
            Dimas selaku panitia mengungkapkan,” Dari tahun ketahun memang bola voli masih dikuasau oleh fakultas teknik. Baik teknik sipil mesin ataupun sipil. Seperti tahun lalu mereka malah beradu di final. Walupun seperti laga ulang, pertandingan ini masih menjadi minat penonton untuk mendukung tim favoritnya masing-masing.
            Sorak sorai penonton tidak hanya berasal dari dalam lapangan melainkan diluar lapanganpun ikut serta meramaikan acara tersebut. Tidak hanya diisi dengan penonton laki-laki, banyak pula penonton perempuan yang ikut serta menyoraki dan memberikan dukungan untuk para pemain. Biasanya memang ada koordinator penonton selaku suporter dalam acara seperti ini, khususnya warga UNDIP sangat gemar dalam acara suporter. Penontonpun tidak hanya berasal dari dalam prodi/jurusan melainkan rekan-rekan para pemain maupun panitia dari luar fakultas maupun luar kampus UNDIP. Tak heran jika acara tersebut terlihat ramai dan meriah.
            Support dari para penonton merupakan salah satu motivasi tersendiri untuk para pemain, selain menumbuhkan semangat yang menggebu juga dapat menumbuhkan tekat untuk emmenangkan pertandingan. Dengan atribut seadanya para penontonpun menikmati pertandingan. Suara-suara khas dan nyayian semangat dari tiap-tiap tim mencairkan ketegangan dari para pemain agar tetap fokus dan relax dalam pertandingan.

Reportase
Keyakinan Vinales Memetik Point Penuh di MotoGP Prancis

Semarang - Maverick Vinales menyambut balapan Di Prancis kali ini sebagai modal meraih kemenangan. Pembalap Moviestar ini berharap bisa meraih kemenangan yang telah dia capai seperti tahun lalu. Di Sirkuit ini dia berharap dapat membuat rekor baru dan tetap konsisten dalam membalap walaupun hasil kurang maksimal pada balapan yang sebelumnya.
Dalam ajang balapan MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans tahun lalu, Vinales berhasil mengangkat trofi juara. Namaun dalam perjalanannya balapan di Le Mans menjadi balapan terakhir yang mampu dimenangi.
Di MotoGP tahun ini, Vinales belum sekalipun memenangi balapan dari empat seri yang sudah berlangsung. Vinales punya hasrat kembali sukses. Dia juga sudah melakukan tes dengan hasil yang bagus sebelum MotoGP Prancis kali ini. Dengan hasrat yang sangat tinggi untuk memecahkan telur maka dia akan habis-habisan dalam akhir pekan ini.
"Balapan di Jerez sangat sulit lagi bagi kami tahun ini. Untungnya, tes minggu lalu bagus. Kami hampir menemukan set yang sempurna untuk saya, jadi saya menuju Le Mans dengan pikiran positif," kata Vinales seperti dikutip dari situs resmi Yamaha (Detik.com)
"Saya punya kenangan yang sangat bagus dari kemenangan saya tahun lalu, jadi semoga kami dapat mengulangi kesuksesan yang pernah kami capai di sana," sambungnya. 
"Le Mans adalah jalur yang bagus untuk kami, ini sesuai dengan gaya berkendara saya, dan saya pikir kami dapat melakukan pekerjaan yang sangat baik. Kami akan melakukan yang terbaik untuk berada di bagian atas klasifikasi," kata Vinales menegaskan.
Tahun lalu, dengan predikat rookie, Zarco mampu finis kedua di belakang Maverick Vinales di MotoGP Prancis 2017. Patut dicatat pula bahwa motor M1 Yamaha sering dikategorikan cocok dengan karakteristik sirkuit Le Mans.
Sebagai pesaing Vinales, rider Monster Yamaha Tech 3 itu paling tidak mesti mewaspadai Vinales dan Valentino Rossi, dua rider tim pabrikan Yamaha. Ini tidak lepas dari kaitan antara motor M1 dengan karakter sirkuit di MotoGP Prancis. Marquez, yang memenangi dua seri balapan terakhir musim ini, juga tak dapat dikesampingkan walaupun catatannya di MotoGP Prancis tak bagus-bagus amat. Cuma dua kali rider Repsol Honda itu naik podium MotoGP Prancis, satu di antaranya (2014) berupa kemenangan.
Tidak hanya itu, tentu saja masih banyak nama-nama lain yang patut diperhitungkan dalam balapan mendatang. Di antaranya ada Cal Crutchlow (LCR Honda) yang bakal bertekad bangkit usai crash di MotoGP Spanyol lalu walaupun bisa meraih pole. Atau misi kebangkitan dari dua rider Ducati, Dovizioso dan Lorenzo, secara khusus akibat apa yang terjadi kepada mereka di Jerez lalu.



Komentar