Semarang, POPDA SMP tingkat Provinsi cabang olahraga panahan diselenggarakan di Stadion Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang pada tanggal 9- 12 April 2018, yang diikuti 35 Kabupaten/kota Se-Jawa Tengah. Dalam POPDA Panahan tersebut, terbagi menjadi beberapa kategori/kelas. Diantaranya kelas Recurve dengan jarak 70m, 50m, 40m, dan 30m. Sedangkan untuk kelas Compound hanya ada jarak 50m.
Untuk hari pertama dan kedua digunakan untuk mencoba lapangan dan bantalan. Sedangkan untuk hari ketiga diperlombakan kelas Recurve jarak 50m, 40m, dan 30m, dan untuk hari keempat diperlombakan kelas Recurve jarak 70m dan kelas Compound jarak 50m.
Banjarnegara sebagai salah satu Kabupaten yang ikut berpartisipasi, bersyukur dapat mengirimkan 3 atletnya untuk mengikuti POPDA tersebut. Meskipun tidak meraih mendali namun tim pelatih bersyukur bahwa atletnya dapat ikut serta dan mencari pengalaman diluar kota.
"Kami bersyukur dapat mengirimkan atlet untuk mengikuti POPDA ini, karena di Banjarnegara sendiri untuk olahraga Panahan masih tergolong baru dan masih jarang yang menekuninya. Bahkan temen- temen atlet, baru megang busur dan latihan 2 bulan yang lalu" ujar pelatih Panahan Kabupaten Banjarnegara.
Dalam ajang POPDA tersebut Tim Kabupaten Banjarnegara mengirimkan 3 atlet yang terdiri dari 2 putra dan 1 putri yang masing- masing turun di kelas Recurve jarak 50m, 40m, dan 30m.
Salah satu atlet panahan dari Banjarnegara selepas pertandingan selesai bahkan mengatakan bahwa timnya langsung mewakili Banjarnegara tanpa ada seleksi POPDA di tingkat Kabupaten.
"Saya bangga dapat mewakili Banjarnegara di tingkat Provinsi walaupun saya langsung mewakili Banjarnegara tanpa melalui POPDA tingkat Kabupaten, tapi saya bersyukur mendapat pengalaman lebih dan jam terbang di pertandingan panahan" ujar Shelvina, salah satu atlet panahan Kabupaten Banjarnegara.
Dengan mengirimkan wakilnya di cabang olahraga panahan, tim pelatih Kabupaten Banjarnegara berharap, olahraga panahan di Kabupaten Banjarnegara ke depannya menjadi lebih baik serta banyak yang mulai untuk belajar panahan. Selaim itu, pembinaan dari mulai usia dini dapat dikembangkan, sehingga diharapkan menjadi penyokong prestasi olahraga panahan di Kabupaten Banjarnegara.
Komentar
Posting Komentar