Perlu Revolusi Olahraga di Jateng
      SEMARANG- Perlu sebuah revolusi di dunia olahraga Jateng untuk meningkatkan prestasi. Hal ini harus dimulai dari tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng. Sebagai sebuah lembaga yang bertugas membantu pemerintah dalam membuat kebijakan dalam bidang pengelolaan, pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi, KONI harus berbenah terutama soal transparansi keuangan.
     Jika ini dilakukan, Pemprov Jateng siap untuk mendukung lebih pada pembinaan olahraga di provinsi ini. ”Sekarang momentum melakukan revolusi mental dunia olahraga Jateng, tidak cukup reformasi. Terutama KONI Jateng yang harus lebih tertata dalam administrasi terutama terkait pengelolaan keuangan.
     Saya heran, kenapa pengurus yang dulu tidak bisa transparan dan terbuka,’’ tutur Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima Ketua Umum KONI Jateng terpilih Subroto di Wisma Perdamaian, kemarin. Gubernur menyatakan, bantuan olahraga Jateng sekarang langsung dikelola oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng karena adanya ketidakpercayaan. Dia berharap, Subroto bisa menjadikan KONI Jateng lebih baik dalam segala hal. Dia meminta, semua pengurus harus fresh (baru) yang benarbenar kapabel.
Kembalikan Kepercayaan
     ”Menjelang PON XIX lalu, saya pernah bertanya kepada beberapa cabang berapa besar anggaran yang didapat. Rata-rata menjawab tidak tahu. Ini kan aneh. Saya berharap, Pak Broto bisa memperbaiki ini agar kepercayaan bisa didapat kembali. Kemudian, banyak terjadi pemotongan bonus atlet.
     Dan ini saya cek sendiri setelah mendapat aduan,’’tandas Ganjar. Ketua Umum KONI Jateng terpilih Subroto menegaskan, dalam kepengurusannya nanti akan bekerja untuk membenahi tata kelola administrasi termasuk keuangan. Dia akan banyak melakukan pembinaan teknis terkait keuangan agar lebih paham. ”Ini juga yang akan kami lakukan kepada pengurus cabang olahraga agar tak ada kendala dan permasalahan ke depan. KONI kabupaten/ kota juga butuh sentuhan utamanya terkait pelatihan pelatih.
     ``Ini untuk mencapai standarisasi pelatih seperti visi misi kami,’’ jelas Subroto yang datang bersama Kabid Olahraga Disporapar Jateng Efendi Hari MC. Terkait PON XX Papua 2020 nanti, purnawirawan jenderal bintang satu mengakui akan sangat berat. Baik dari segi anggaran dan medan pertandingan. Karena itu, KONI Jateng akan melakukan persiapan lebih awal.

Komentar